Sebelumnya, tim Yamaha Factory Racing telah mengkonfirmasi kedua rider mereka, Jorge Lorenzo dan Ben Spies akan datang ke Motegi।
“Selama bulan-bulan terakhir, saya punya kesempatan untuk berbicara dengan beberapa ahli. Test dilakukan oleh ARPA, Amerika melakukan beberapa (test) untuk IndyCar, dan bahkan Ducati menghubungi agen lain. Semua hasilnya negatif dan semua orang cukup percaya diri, jadi saya memutuskan untuk pergi,” tutur Rossi seperti dilansir oleh GPone.
Sekilas terkesan keputusan Rossi itu murni datang atas kesadaran sendiri. Benarkah? Entahlah, namun jika memperhatikan komentar The Doctor selanjutnya, sepertinya tetap ada rasa “keterpaksaan” disana.
“Satu-satunya solusi lain untuk semua rider adalah tetap bersatu, tapi sayangnya kami tidak (demikian). Saya tidak bisa berbuat terlalu banyak seorang diri. That’s the way it went.”
Meski Dorna mengaku tak pernah memaksa siapapun untuk mengikuti MotoGP Motegi, sulit dipercaya jika perubahan sikap satu demi satu pembalap itu bukan karena adanya tekanan.
Kontrak harus tetap dijalani jika ingin menjadi seoarang olahragawan profesional. Selain itu, posisi tawar para pembalap pun terasa sangat lemah. Dorna dan FIM telah memiliki bukti-bukti kuat yang menyebutkan Motegi aman dari bahaya radiasi. Sedangkan mereka (para pembalap) tak punya bukti apapun untuk menolak pergi kesana.
No comments:
Post a Comment